- TravelPro

Asuransi Perjalanan, Perlukah?

6 bulan yang lalu

Eiffel tower with thousand lamps (dok. Irfan Prabudiansyah/dtraveller) 

Eiffel tower with thousand lamps (dok. Irfan Prabudiansyah/dtraveller)

 

detikTravel Community - Ketika travelling ke negara Uni Eropa, memiliki asuransi perjalanan adalah suatu hal yang wajib. Namun saat traveling ke negara lain, asuransi perjalanan antara ada dan tiada. Seberapa pentingkah sebenarnya asuransi perjalanan?

Pemerintahan Uni Eropa dan beberapa negara lain mewajibkan siapa pun yang masuk ke negaranya untuk menggunakan asuransi perjalanan. Biasanya, asuransi perjalanan sudah masuk dalam kualifikasi kelengkapan dokumen perjalanan.

Hal ini memang masih terdengar asing di telinga beberapa orang, khususnya yang belum pernah berkunjung ke negara yang mewajibkan asuransi tersebut. Namun pada dasarnya asuransi jenis ini sangat berguna bagi Anda yang memiliki kebutuhan khusus.

Saat tubuh mengidap penyakit tertentu, asuransi perjalanan jadi hal pokok yang harus dipenuhi. Anda tentu tidak ingin jatuh sakit dan dirawat di rumah sakit luar negeri yang memiliki harga melambung, bukan? Oleh karena itu, beberapa orang sudah mengambil asuransi jenis ini tanpa berpikir panjang saat akan melakukan perjalanan.

Jika sehat dan merasa tidak perlu memiliki asuransi perjalanan, Anda pun cenderung tidak peduli mengenai masalah ini. Tapi sebenarnya, asuransi jenis ini juga menanggung beberapa hal kecil yang kadang menyebalkan, seperti delay pesawat.

"Hal sederhana yang biasa diklaim para pengguna asuransi perjalanan adalah delay pesawat," ujar Kepala Divisi Konsumen Lines Chartis Indonesia, Philippe Danielski dalam acara Astindo International Travel Fair (AITF) 2012 di Cendrawasih Hall, Jakarta Covention Center, Jl Asia Afrika, Jakarta Pusat, Jumat (16/3/2012).

Tidak hanya kesehatan, perlindungan terhadap barang-barang olahraga Anda seperti papan surfing dan peralatan golf, juga ditanggung asuransi jenis ini. Selain itu, para pengguna asuransi juga bisa dilindungi selama melakukan kegiatan-kegiatan menantang, seperti diving, naik gunung dan olahraga lainnya.

Meski begitu, kesadaran tentang fitur perjalanan seperti ini masih terhitung sedikit. Untuk perjalanan ke luar negeri, hanya 5-10% orang yang menggunakan asuransi perjalanan. Sedangkan untuk perjalanan di dalam negeri, frekuensi orang yang menggunakan polis ini kurang dari 5%.

Adapun harga yang ditawarkan untuk asuransi perjalanan bervariasi, berkisar dari Rp 400.000 sampai jutaan rupiah tergantung tujuan dan lama perjalanan. Nah, Anda bisa mempertimbangkan segala aspek tadi sebelum memutuskan untuk memiliki sebuah asuransi perjalanan atau tidak. Pilihan ada di tangan Anda.

 

Sumber : travel.detik.com/dtravelers_stories/

Penulis : Faela Shafa



Komentar